Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Bersukat Darah, Bertimbang Daging (Dengan)

Arti Peribahasa Bersukat Darah, Bertimbang Daging (Dengan)

Arti Peribahasa Bersukat Darah, Bertimbang Daging (dengan)

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Bersukat Darah, Bertimbang Daging (dengan)

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Bersukat darah, bertimbang daging (dengan)

Berperang mati-matian (dengan)

Kesimpulan

Arti peribahasa bersukat darah, bertimbang daging (dengan) menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah berperang mati-matian (dengan)

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa bersukat darah, bertimbang daging (dengan), berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Naik dari janjang, turun dari tangga
Artinya : Melakukan suatu pekerjaan menurut aturan.

Adat sepanjang jalan, cupak sepanjang betung
Artinya : Segala sesuatu ada tata caranya

Baca Juga :  Arti Peribahasa Berbunga Sama Berbunga, Yang Lain Berbuah, Dia Tidak

Hang tak kurang sanggul, aku tak kurang tengkolok
Artinya : Hilang satu, ada lagi pengganti yang lain (tentang lelaki dan perempuan).

Dibuat karena Allah, menjadi murka Allah
Artinya : Dilakukan dengan maksud baik, tetapi disangka orang kurang atau tidak baik

Rasam minyak ke minyak, rasam air ke air
Artinya : Orang mencari (kembali kepada) golongannya masing-masing

Tak ada macan yang makan anaknya
Artinya : Tidak ada orang tua yang tega mencelakakan anak kandungnya.

Ganti hidup berkeredaan, ganti mati berkebulatan
Artinya : Mencari pengganti seorang pimpinan harus melalui musyawarah dan mufakat. (reda = rela, senang hati)

Hendak tinggi terlalu, jatuh
Artinya : Karena terlalu hendak meninggikan diri, akhirnya hanya mendapat malu.

Bersahabat dengan juara, selilit benang bulang tahu juga
Artinya : Berkawan dengan orang jahat, lama-kelamaan akan membuat kita akan menjadi jahat pula. (benang bulang = benang pengikat taji ke kaki ayam yang akan disabung)

Baca Juga :  Arti Peribahasa Kena-kena Seperti Santan Bergula, Tak Kena-kena Bagai Antan Pukul Kepala

Tidur tak lelap, makan tak kenyang
Artinya : Sangat gelisah (karena bersusah hati, banyak pikiran, dan sebagainya)

Masak durian, masak manggis
Artinya : Perbandingan antara lelaki yang tidak dapat menyembunyikan rahasia hatinya dengan perempuan yang dapat menyembunyikan rahasianya sehingga tidak diketahui orang.

Badan boleh dimiliki, hati tiada boleh dimiliki
Artinya : Sudah sehidup semati.

Ditakik bagai berendang, disepakkan bagai berayam
Artinya : Pemberian gelar yang tidak ada artinya.

Bagai menunjukkan ilmu kepada orang menetek
Artinya : Melakukan pekerjaan yang tidak ada gunanya.

Seperti kerbau dicocok hidung
Artinya :

  1. Menurut saja
  2. Selalu menurut saja karena kebodohannya

Berkepanjangan bagai agam
Artinya : Perbuatan atau perkataan yang tidak ada ujungnya.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Ingin Hati Memandang Pulau, Sampan Ada Pengayuh Tidak

Terbangkit batang terendam
Artinya : Terangkat kembali nama-nama yang terlupakan.

Mati dikandung tanah
Artinya : Mati (dipendam di dalam tanah)

Telah busuk maka dipeda
Artinya : Berbuat sesuatu yang telah terlambat

Walau bagaimana pun minyak dicampur dengan air, minyak juga yang timbul
Artinya : Walau bagaimana pun golongan masyarakat yang berkumpul, tetap saja golongan bangsawan yang diberikan layanan istimewa (atau pelayanan yang lebih awal).

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Free Tryout SKD CPNS (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Bersukat Darah, Bertimbang Daging (dengan)”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

3 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *