Info Pendidikan Terbaru Peribahasa 3 Arti Peribahasa Berteduh Di Bawah Betung

3 Arti Peribahasa Berteduh Di Bawah Betung

Arti Peribahasa Berteduh Di Bawah Betung

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Berteduh Di Bawah Betung

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Berteduh di bawah betung

  1. Mendapat pertolongan yang tidak mencukupi
  2. Beroleh pertolongan yang tidak memadai
  3. Mendapat pertolongan yang tidak mencukupi

Kesimpulan

Arti peribahasa berteduh di bawah betung menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah mendapat pertolongan yang tidak mencukupi; beroleh pertolongan yang tidak memadai; mendapat pertolongan yang tidak mencukupi

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa berteduh di bawah betung, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Baca Juga :  Arti Peribahasa Bagai Panas Mengandung Hujan

Nan berat tidak terpikul, nan ringan tidak terjinjing
Artinya : Sudah terlalu tua.

Kejap bagai pelitakan padam
Artinya : Pujian kepada perempuan yang cantik/elok.

Adapun manikam itu jika dijatuhkan ke dalam limbahan sekalipun, niscaya tidak hilang cahayanya
Artinya : Orang yang asalnya baik jika ia miskin ataupun menjadi suruh-suruhan orang, tabiatnya, kelakuannya, dan budi bahasanya tetap baik

Tabuhan meminang anak laba-laba
Artinya : Mendapatkan hasil yang tidak sesuai dengan perjuanganya.

Kalau bersahabat cari sama babat
Artinya : Pilihlah kawan dari golongan sendiri/yang sama. (babat = pasang, suku, golongan)

Kurang tambah-menambah, senteng bilai-membilai
Artinya : Saling tolong-menolong dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. (senteng = kurang cukup) (bilai = sambung)

Jangan difikirkan bengkok tebu itu bengkok pula manisnya
Artinya : Jangan memandang nasihat hanya dari rupa atau pekerjaan orang yang mengatakannya.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Anak Semata Wayang

Buah tangisan beruk
Artinya : Gadis cantik yang menjadi idaman anak bujang

Licin bagai basuh perahu
Artinya : Mengalami kerugian.

Yang lahir memperlihatkan yang batin
Artinya : Perbuatan atau kelakuan menunjukkan sifat atau perasaan yang tersembunyi dari seseorang.

Seperti santan dengan tengguli
Artinya :

  1. Cocok benar
  2. Kena benar

Dimana makan disitu berak
Artinya : Berbuat jahat di tempat mencari rezeki.

Diidam seperti babi lemak
Artinya : Dendam yang tak berujung. (diidam = menaruh dendam)

Enak lauk dikunyah-kunyah, enak kata diperkatakan
Artinya : Merundingkan sesuatu hendaknya berkali-kali supaya hasilnya baik

Jelatang di hulu air
Artinya : Sesuatu yang selalu menyusahkan

Belanga kurang, periuk yang melebih-lebih
Artinya : Orang (bagian dari kelompok) yang tidak ikut berusaha (sebaliknya orang lain yang bersusah payah).

Baca Juga :  Arti Peribahasa Kapal Besar Ditunda Jongkong

Walau sungai mengalir ke laut, laut tiada akan bertambah
Artinya : Pemberian orang miskin kepada orang kaya tidak akan terasa/memberikan perubahan bagi mereka.

Getikkan puru di bibir
Artinya : Tidak dapat membenci anak-isteri atau keluarga yang buruk tingkah lakunya. (getik = menggetil)

Lempar bunga dibalas lempar tahi
Artinya : Kebaikan dibalas dengan kejahatan.

Seperti ikan dalam belat
Artinya : Tidak dapat melepaskan diri lagi (dari tangan musuh)

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Free Tryout SKD CPNS (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Berteduh Di Bawah Betung”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

2 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *