Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Bertunggul Ditarah, Kesat Diampelas

Arti Peribahasa Bertunggul Ditarah, Kesat Diampelas

Arti Peribahasa Bertunggul Ditarah, Kesat Diampelas

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Bertunggul Ditarah, Kesat Diampelas

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Bertunggul ditarah, kesat diampelas

Sudah beres (tentang perselisihan)

Kesimpulan

Arti peribahasa bertunggul ditarah, kesat diampelas menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah sudah beres (tentang perselisihan)

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa bertunggul ditarah, kesat diampelas, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Usahlah teman dimandi pagi
Artinya : Tidak usah kamu lebih-lebihkan (kau puji-puji)

Hujan panas permainan hari, senang susah permainan hidup
Artinya : Telah biasa bahwa kehidupan manusia ada kalanya susah, ada kalanya senang

Baca Juga :  Arti Peribahasa Yang Elok Rupa, Yang Elok Bahasa

Negeri besar, rumah besar, berapa pun panjang perian takkan terantuk
Artinya : Orang kaya yang murah hati, berapa pun banyaknya orang yang meminta pertolongan ia tidak akan menjadi miskin.

Bagai tekukur mengikut kata
Artinya : Anak angkat yang diperlakukan sesuka hati oleh orang tua angkatnya.

Jangan memberi bunga kepada monyet
Artinya : Memberikan sesuatu yang baik hendaklah pada tempatnya.

Jika pandai menggunting, hendaklah pandai menjahitnya
Artinya : Sesuatu pekerjaan yang telah dimulai/dikerjakan, sebaiknya jangan dibiarkan terbengkalai.

Kata dulu bertepati, kata kemudian berceraian
Artinya : Janji hendaklah ditepati.

Nan lurah juga diturut air
Artinya : Orang yang kaya juga yang akan bertambah kekayaannya.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Jika Ada Padi Berhampalah, Jika Ada Hati Berasalah

Tiada raja menolak sembah
Artinya : Tidak ada orang yang tidak suka dihormati

Belum betul membilang jari, sudah hendak berkuasa sendiri
Artinya : Hendak bertingkah seperti orang yang sudah tua.

Siapa bermakan lada, ialah berasa pedas
Artinya : Barang siapa yang merasa bersalah, pasti akan tersinggung saat dibicarakan.

Tak kenal maka tak sayang
Artinya : Perangai seseorang tidak akan dapat diketahui bila belum kenal dekat.

Kapak menelan beliung
Artinya : Yang baik ditukar dengan yang buruk.

Layang-layang putus talinya
Artinya : Seseorang yang sudah putus harapan, sudah tidak berdaya lagi, hanya terserah kepada nasib

Bagai gembala diberi keris
Artinya : Pemberian yang tidak ada faedahnya.

Segan berkayuh, hanyut serantau
Artinya : Seorang pemalas hanya akan menjadi beban keluarga/kelompoknya.

Luruh upih pergam datang, suruh putih hitam datang
Artinya : Memperoleh hasil yang tidak sesuai dengan yang dihajatkan/diinginkan.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Keluk Paku Asam Belimbing, Anak Dipangku Kemenakan Dibimbing

Habis cupak dari pelelehan
Artinya : Adat yang dilanggar sedikit demi sedikit pada akhirnya akan dilanggar terus. (pelelehan = tiris, bocor)

Alah bisa tegal biasa
Artinya :

  1. Sesuatu menjadi biasa, dan tidak terasa sukar lagi
  2. Pengalaman praktik lebih baik daripada teori

Sedatar saja lurah dengan bukit
Artinya :

  1. Menyamaratakan orang
  2. Tidak membeda-bedakan kaya atau miskin dan sebagainya

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Free Tryout SKD CPNS (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Bertunggul Ditarah, Kesat Diampelas”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

0 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *