Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Biang Menanti Tembuk

Arti Peribahasa Biang Menanti Tembuk

Arti Peribahasa Biang Menanti Tembuk

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Biang Menanti Tembuk

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Biang menanti tembuk

Perkara yang hampir mendapat keputusan

Kesimpulan

Arti peribahasa biang menanti tembuk menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah perkara yang hampir mendapat keputusan

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa biang menanti tembuk, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Duduk berkelompok, tegak berpusu
Artinya : Mencari orang yang sepemikiran/setara dalam sesuatu perkumpulan. (berpusu = berduyun-duyun, berkumpul)

Baca Juga :  Arti Peribahasa Gajah Hendak Berak Besar, Kita Pun Hendak Berak Besar Juga

Setinggi-tinggi melambung, surutnya ke tanah juga
Artinya : Biar ke mana pun perginya, akhirnya pulang ke kampung halaman juga

Sudah mati kutu nya
Artinya :

  1. Sudah hilang kekuatannya
  2. Tidak berbuat apa-apa lagi
  3. Celah

Utang tiap helai bulu
Artinya : Sangat banyak hutangnya.

Laksana kain tiga hasta
Artinya : Serba tanggung/tak cukup.

Sehina semalu
Artinya :

  1. Seia sekata
  2. Senasib

Tepuk berbalas, alang berjawat
Artinya : Perbuatan jahat dibalas dengan kejahatan, kebaikan dibalas dengan kebaikan

Belum tahu laba rugi
Artinya : Belum tahu baik buruknya sesuatu.

Seperti air dalam talam
Artinya : Keadaan yang aman dan sentosa.

Laut ditimba akan kering
Artinya : Betapa pun banyaknya harta, jika selalu dibelanjakan, akhirnya akan habis juga

Baca Juga :  Arti Peribahasa Jika Ada Padi Tentu Ada Hampanya, Jika Ada Hati Tentu Terasa

Jauh bau bunga, dekat bau tahi
Artinya : Sanak saudara yang bila jauh selalu terkenang, bila dekat selalu bertengkar

Jangan bijak terpijak, biarlah bodoh bersuluh
Artinya : Orang yang menyangka dirinya bijak (padahal sebenarnya tidak) selalu mendapat kehinaan, tetapi orang bodoh yang suka bertanya jika tidak tahu selalu memperoleh kemudahan.

Sepedih-pedihnya mata memandang, pedih juga kulit merasai
Artinya : Betapa pun pedihnya orang yang melihat penderitaan orang lain, masih lebih pedih lagi orang yang mengalami penderitaan tersebut.

Seperti gula dalam mulut
Artinya :

  1. Pekerjaan yang sangat mudah
  2. Sesuatu yang sudah dikuasai

Surat atas batu
Artinya : Adat yang terpakai selamanya

Umpat dan puji tiada bercerai
Artinya : Waspadalah ketika menerima umpatan maupun pujian.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Kalau Tidak Ada Senapang, Baik Berjalan Lapang

Kalau seperti kundur labu, boleh dibelah
Artinya : Untuk menyatakan kebenaran dari suatu perkara.

Paksa tekukur, padi rebah, paksa tikus, lengkiang terbuka
Artinya : Sesuatu yang baik atau yang dikehendaki (diingini)

Kita baru mencapai pengayuh, orang sudah tiba ke seberang
Artinya : Orang yang bijaksana selalu lebih dulu mencapai maksudnya/tujuannya.

Hilang sepuh tampak senam
Artinya :

  1. Tampak kejahatannya
  2. Terbuka kedoknya

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Free Tryout SKD CPNS (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Biang Menanti Tembuk”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

6 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *