Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Delapan Tapak Bayang-Bayang

Arti Peribahasa Delapan Tapak Bayang-Bayang

Arti Peribahasa Delapan Tapak Bayang-bayang

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Delapan Tapak Bayang-bayang

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Delapan tapak bayang-bayang

Alamat waktu kira-kira pukul 08.00

Kesimpulan

Arti peribahasa delapan tapak bayang-bayang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah alamat waktu kira-kira pukul 08.00

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa delapan tapak bayang-bayang, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Sumur digali air terbit
Artinya : Beroleh sesuatu lebih daripada yang diharapkan

Laksana antah lemukut, lapar sangat baru berguna
Artinya : Sesuatu yang tidak (kurang) berharga dan kurang baik, tetapi kalau sudah sangat kekurangan akan berguna juga.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Khatib Lalu Khatib Mati, Bilal Lalu Bilal Mati

Alah di rumpun betung
Artinya : Kekalahan yang tidak memuaskan pihak yang kalah

Hilir malam mudik tak singgah, daun nipah dikatakan daun abu
Artinya : Merasa malu, segan, dan sebagainya karena sudah berutang budi atau karena perkariban

Bagai membakar tunam basah
Artinya : Hal mengajar anak yang bodoh, sukar dimengerti (diterima) pelajaran itu olehnya

Tepuk sebelah tangan tidak akan berbunyi
Artinya : Perasaan cinta atau sayang yang hanya datang dari salah satu pihak.

Seperti tempayan tertiarap
Artinya : Orang bebal (orang yang lambat dalam menanggapi sesuatu) yang mau mengikuti nasihat.

Bangsat tak tahu disukarnya
Artinya : Orang bodoh yang tidak tahu akan kekurangan dirinya. (bangsat = miskin)

Baca Juga :  2 Arti Peribahasa Kemenyan Sebesar Lutut Jika Tiada Dibakar Manakan Berbau

Bagai bajak ungkang makan diangkat
Artinya : Orang yang gemar dipuji.

Sirih naik junjungan patah
Artinya : Baru hendak naik derajat kehidupannya sudah mendapat kesusahan

Kuat lilit karena simpulnya
Artinya : Kekuatan dari suatu organisasi, negara, dsb terletak pada persatuan anggotanya.

Asal bersubang emas biarlah telinga rompong
Artinya : Orang yang melakukan hal yang merugikan bagi dirinya sendiri dengan tujuan mendapat pujian dari orang lain.

Banyak menelan garam hidup
Artinya : Banyak pengalaman hidup

Gajah bergajah-gajah, pelanduk mati tersepit
Artinya : Kalau orang-orang berkuasa saling berselisih, maka orang-orang kecil/rakyatnyalah yang akan mendapatkan kesusahan.

Ada air, ada ikan
Artinya : Ada negeri tentulah ada rakyatnya.

Terloncat-loncat bagai ulat pinang
Artinya : Sangat gelisah.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Umpama Dawai

Tak benang batu digilas
Artinya : Apabila belum ada sesuatu yang pas/sesuai keinginan untuk dipakai, maka sebaiknya pakailah sesuatu yang ada terlebih dahulu.

Seperti kijang lepas ke rimba
Artinya : Merasa senang karena telah pulang dari rantauannya.

Menggeriak bagai anak nangui
Artinya : Orang yang beranak banyak, tetapi malas mencari nafkah

Buka kulit, ambil tampak isi
Artinya : Jujur dan terus terang (dalam perundingan dan sebagainya)

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Free Tryout SKD CPNS (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Delapan Tapak Bayang-bayang”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

2 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *