Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Di Mana Tanah Dipijak, Di Situ Langit Dijunjung

Arti Peribahasa Di Mana Tanah Dipijak, Di Situ Langit Dijunjung

Arti Peribahasa Di Mana Tanah Dipijak, Di Situ Langit Dijunjung

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Di Mana Tanah Dipijak, Di Situ Langit Dijunjung

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Di mana tanah dipijak, di situ langit dijunjung

Hendaklah mengikuti adat negeri yang didiami

Kesimpulan

Arti peribahasa di mana tanah dipijak, di situ langit dijunjung menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah hendaklah mengikuti adat negeri yang didiami

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa di mana tanah dipijak, di situ langit dijunjung, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Retak-retak bulu ayam, lama-lama bercantum pula
Artinya : Perselisihan dengan keluarga/kerabat sendiri yang harus didamaikan/diselesaikan dengan nasihat dari orang tua.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Karena Pijat-Pijat Mati Tuma

Hulu mujur pandai bertengkar, hulu baik pandai memakai
Artinya : Orang yang pandai menempatkan diri dalam pergaulan, selalu selamat dan disukai banyak orang. (hulu mujur = pangkat untung)

Menyenduk kuah dalam pengat
Artinya : Pekerjaan yang sia-sia saja

Seperti bangsi buluh perindu
Artinya : Suara yang merdu dan gerakan yang lemah lembut.

Burung terbang dipipis lada
Artinya : Sesuatu yang belum tentu diperoleh sudah dirancang pemakaiannya

Rupa bagai pulut, ditanak berderai
Artinya : Orang miskin yang berpenampilan seperti orang kaya.

Seperti ular dicubit ekor
Artinya : Mudah marah.

Nak tahu jahat orang tanyakan kepada seterusnya, nak tahukan baik orang tanyakan kepada sahabatnya
Artinya : Kejahatan dapat diketahui dari musuh, sedangkan kebaikan dapat diketahui dari sahabat.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Bertemu Teras Dengan Beliung

Mulut bagai ekor ayam diembus
Artinya : Seseorang yang mulutnya tidak berhenti-henti berkata (tidak pernah diam, selalu saja bergerak-gerak)

Kasih sepantun tulisan pinggan
Artinya : Kasih yang tidak bisa hilang/terlupakan.

Kalau kail panjang sejengkal, jangan lautan hendak diduga
Artinya : Jika hanya memiliki pengetahuan yang sedikit, janganlah hendak melawan orang-orang yang lebih pandai.

Itik bertaji
Artinya : Sangat penakut, tetapi sombong

Bagai gadis jolong menumbuk
Artinya : Rajin dan bersungguh-sungguh.

Kerbau pembulang tali
Artinya :

  1. Orang yang tidak tetap hati dan pemikirannya
  2. goyah. (bulang = mengikat tali ke kepala)

Gedang kayu, gedang dahannya
Artinya : Banyak penghasilan/pendapatan, maka banyak pula belanja/pengeluarannya.

Kelam bagai malam dua puluh tujuh
Artinya : Suatu hal atau perkara yang sangat gelap, tidak ada bayangan sedikit pun bagaimana akan memeriksa dan menyelidikinya

Baca Juga :  Arti Peribahasa Tiada Dibawa Orang Sehilir Semudik

Kuda pelejang bukit
Artinya : Orang yang menjadi kaki tangan (alat, perkakas) orang lain

Neraca yang palingan, bungkal yang piawai
Artinya : Sangat adil dalam memberikan hukuman atau putusan (hakim)

Belum beranak sudah ditimang
Artinya : Bersenang-senang sebelum maksudnya tercapai

Masak durian, masak manggis
Artinya : Perbandingan antara lelaki yang tidak dapat menyembunyikan rahasia hatinya dengan perempuan yang dapat menyembunyikan rahasianya sehingga tidak diketahui orang.

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Free Tryout SKD CPNS (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Di Mana Tanah Dipijak, Di Situ Langit Dijunjung”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

3 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *