Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Di Mana Tembilang Terentak, Di Situlah Cendawan Tumbuh

Arti Peribahasa Di Mana Tembilang Terentak, Di Situlah Cendawan Tumbuh

Arti Peribahasa Di Mana Tembilang Terentak, Di Situlah Cendawan Tumbuh

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Di Mana Tembilang Terentak, Di Situlah Cendawan Tumbuh

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Di mana tembilang terentak, di situlah cendawan tumbuh

Di mana perkara atau perselisihan tumbuh, di situlah diselesaikan

Kesimpulan

Arti peribahasa di mana tembilang terentak, di situlah cendawan tumbuh menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah di mana perkara atau perselisihan tumbuh, di situlah diselesaikan

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa di mana tembilang terentak, di situlah cendawan tumbuh, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Baca Juga :  Arti Peribahasa Naik Ke Rumah Bercuci Kaki Saja

Gemuk membuang lemak, cerdik membuang kawan
Artinya : Tidak mau menolong atau bergaul dengan keluarganya

Kalau kubuka tempayan budu, barulah tahu
Artinya : Kalau dibuka rahasianya, tentulah akan mendapat malu.

Jadi alas cakap
Artinya : Sebagai imbalan jasa yang telah dibuat

Kayu yang banyak akarnya, tak takutkan ribut
Artinya : Orang yang memiliki banyak kawan/kerabat tidak akan takut susah.

Kalau pandai meniti buih, selamat badan sampai ke seberang
Artinya : Jika dapat mengatasi kesukaran tentu maksud dapat dicapai

Mana sungai yang tiada berhulu?
Artinya : Tidak ada kaum atau puak/golongan yang tidak ada asal keturunannya.

Sampai titik darah yang penghabisan
Artinya : Sampai meninggal

Baca Juga :  Arti Peribahasa Berkering Air Liur

Harapkan guruh guntur di langit, air di tempayan ditumpahkan
Artinya : Mengharapkan sesuatu yang belum tentu, barang yang telah ada dilepaskan

Ada seperti tampaknya apung-apung
Artinya : Barang yang dihajati telah ada tetapi belum tentu dapat diambil/digunakan.

Diberi kuku hendak mencengkam
Artinya : Baru diberi kekuasaan sedikit sudah hendak menindas orang lain

Lalang yang terbakar, sicerek menumpang mati
Artinya :

  1. Terlibat dalam urusan orang lain
  2. mendapat kesulitan karena kesalahan orang lain.

Yang se cupak takkan jadi segantang
Artinya : Sesuatu yang sudah pasti (tidak dapat diubah lagi)

Melanting menuju tampuk
Artinya : Setiap usaha ada maksudnya

Seperti benang putih
Artinya :

  1. Orang yang selalu menurut
  2. tidak membantah.

Bagai enau di dalam belukar, melepaskan pucuk masing-masing
Artinya : Tidak sepakat dalam suatu perbincangan.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Ikhtiar Menjalani Untung Menyudahi

Batu hitam tak bersanding
Artinya : Tampaknya lemah lembut, tetapi keras hatinya (sukar mengalahkannya, melawannya, dan sebagainya)

Bagai tanduk bersendi gading
Artinya : Jodoh yang tidak sepadan

Seperti kersik di pulau
Artinya : Mendapatkan rezeki yang berlimpah.

Lupa mengingatkan, terlelap menjagakan
Artinya : Saling mengingatkan.

Tidak berasak tunas dari tunggal
Artinya : Kedudukan yang turun-temurun dalam keluarga.

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Free Tryout SKD CPNS (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Di Mana Tembilang Terentak, Di Situlah Cendawan Tumbuh”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

2 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *