Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Diam Di Laut Masin Tidak, Diam Di Bandar Tak Meniru

Arti Peribahasa Diam Di Laut Masin Tidak, Diam Di Bandar Tak Meniru

Arti Peribahasa Diam Di Laut Masin Tidak, Diam Di Bandar Tak Meniru

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Diam Di Laut Masin Tidak, Diam Di Bandar Tak Meniru

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Diam di laut masin tidak, diam di bandar tak meniru

Tidak mengikuti adat kebiasaan yang baik

Kesimpulan

Arti peribahasa diam di laut masin tidak, diam di bandar tak meniru menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah tidak mengikuti adat kebiasaan yang baik

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa diam di laut masin tidak, diam di bandar tak meniru, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Kapal satu nakhoda dua
Artinya : Satu pekerjaan yang dikepalai dua orang

Baca Juga :  Arti Peribahasa Seperti Mayang Terurai

Membeli kerbau bertuntun
Artinya :

  1. Membeli sesuatu tanpa dilihat dahulu
  2. Kawin dengan gadis yang belum dikenal

Ayam beroga kalau diberi makan di pinggan emas sekalipun ke hutan juga perginya
Artinya : Betapa pun senangnya di negeri lain/asing, pasti teringat juga akan negeri asal. (ayam beroga = ayam hutan)

Bodoh-bodoh sepat, tak makan pancing emas
Artinya : Meskipun bodoh, dapat juga memilih mana yang baik dan mana yang buruk untuk dirinya

Dimana kapak jatuh, disitu baji makan
Artinya : Dimana timbul perkara/permasalahan maka disana pulalah diselesaikan.

Tegak pada yang datang
Artinya :

  1. Tetap pendiriannya
  2. Tetap memegang keadilan (kebenaran)

Mati dicatuk katak
Artinya : Orang yang berkuasa dikalahkan oleh orang yang lemah

Karam di darat ada juga tinggal tungku lekar, karam di laut habis sekali
Artinya : Kalau susah di dalam negeri sendiri, pasti dapat juga meminta bantuan pada sanak saudara, sedangkan kalau susah di rantauan orang, tidak akan ada yang menolong.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Rebung Tidak Miang, Bembam Pula Yang Miang

Merapat sambil berlayar berlayar sambil memapan
Artinya : Sekali melakukan pekerjaan, dua tiga maksud tercapai

Siapa cerdik naik tinggi, siapa calak menang terhitung
Artinya : Orang yang pandai berbicara untuk menutupi kesalahannya dan mampu membuat orang lain percaya bahwa ia benar.

Bagai gelegar buluh
Artinya : Bercakap besar (sombong).

Monyet mendapat bunga, adakah ia tahu akan faedah bunga itu?
Artinya : Tidak tahu menghargai suatu barang yang bagus

Sayang garam secacah, busuk kerbau seekor
Artinya : Menderita kerugian besar karena takut mengeluarkan biaya sedikit.

Bagai udang bertahi di kepala
Artinya : Orang yang sentiasa berhutang.

Bumi tidak selebar daun kelor
Artinya : Dunia tidak sempit

Ada bunga, ada lebah
Artinya : Orang yang kaya akan digerogoti oleh teman-temannya atau bahkan oleh orang-orang tidak dikenalnya.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Kurang Kerat, Rengkuh Yang Lebih

Hendak dimasukkan ke dalam sumpit tak maut, ke dalam keranjang longgar
Artinya : Sesuatu yang tidak sempurna/sesuai menyebabkan keadaan menjadi sukar/sulit.

Lecah di kaki
Artinya : Seorang lelaki yang kawin/menikah tanpa ada tanggung jawab, melainkan hanya sebagai orang yang menumpang saja.

Untung batu tenggelam
Artinya : Tidak ada seorang pun yang dapat menghindar dari takdir.

Sebab berkelahi jangan perigi akhirnya mati dahaga
Artinya : Sia-sia saja melawan orang yang berkuasa.

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Free Tryout SKD CPNS (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Diam Di Laut Masin Tidak, Diam Di Bandar Tak Meniru”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

3 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *