Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Dibuat Karena Allah, Menjadi Murka Allah

Arti Peribahasa Dibuat Karena Allah, Menjadi Murka Allah

Arti Peribahasa Dibuat Karena Allah, Menjadi Murka Allah

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Dibuat Karena Allah, Menjadi Murka Allah

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Dibuat karena Allah, menjadi murka Allah

Dilakukan dengan maksud baik, tetapi disangka orang kurang atau tidak baik

Kesimpulan

Arti peribahasa dibuat karena allah, menjadi murka allah menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah dilakukan dengan maksud baik, tetapi disangka orang kurang atau tidak baik

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa dibuat karena allah, menjadi murka allah, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Baca Juga :  Arti Peribahasa Bandot Tua Makan Lalap Muda

Marahkan telaga yang kering, timba dipecahkan
Artinya : Jika seseorang yang dimintai pertolongan tidak dapat menolong, maka sebaiknya mintalah pertolongan dari orang lain.

Tak jauh lenggang dari ketiak
Artinya : Tidak jauh dari pokok persoalannya.

Hendak mengayuhkan perahu tertambat
Artinya : Hendak menikahi perempuan yang masih dalam ikatan perkawinan.

Sehembus naik, sehembus turun
Artinya :

  1. Orang yang hampir meninggal dunia
  2. mendekati ajalnya.

Bermata mata kayu, bertelinga telinga kuali
Artinya : Tidak menaruh perhatian terhadap apa yang dilihat dan didengar.

Anak seorang menantu malim
Artinya : Sangat berbahagia. (malim = ahli agama)

Kalau pandai mencencang akar, mati lalu ke pucuknya
Artinya : Orang yang pandai dapat mengalahkan musuhnya hanya dengan sekali gerakan saja.

Redup atau panas keras
Artinya :

  1. Hidup atau mati
  2. Untung-untungan
Baca Juga :  Arti Peribahasa Bertepuk Sebelah Tangan

Timbangan berat sebelah
Artinya : Keputusan yang tidak adil.

Di manakah berteras kayu mahang
Artinya : Jangan mengharapkan sesuatu yang mustahil

Kalau boros lekas kerugian
Artinya : Boros terhadap pendapatan/penghasilan yang sedikit dan akhirnya mendatangkan kesulitan.

Ada angin ada pohonnya hujan berpohon, panas berasal
Artinya : Segala hal ada asal mulanya (sebab-sebabnya)

Bagai air mencari jenisnya
Artinya : Memberi nasihat dan ajaran yang sia-sia.

Cencaru makan pedang
Artinya : Pekerjaan yang lambat, tetapi hasilnya baik

Lampu kekurangan minyak
Artinya : Dalam keadaan payah/lelah.

Apakah gunanya kemenyan disimpan sebesar tungku, kalau tidak dibakar
Artinya : Kepandaian hendaklah diamalkan dan diajarkan kepada orang lain, karena kalau hanya disimpan ia akan hilang begitu saja.

Bak rasa di liang lahad
Artinya : Berada dalam kesempitan/kesusahan. (lahad = lubang kubur)

Baca Juga :  Arti Peribahasa Kalau Getah Meleleh, Kalau Daun Melayang

Seberapa tajam parang, masih tajam mulut manusia
Artinya : Suatu perkataan akan terasa lebih menyakitkan daripada tersayat senjata tajam, karena bekasnya lebih lama sembuh.

Hidup segan mati tak hendak
Artinya : Hidup yang merana (karena sakit terus-menerus, melarat, sengsara, dan sebagainya)

Dalam madu berisi empedu
Artinya : Dalam perkataan yang manis-manis biasanya berisi tipu daya yang tidak baik

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Free Tryout SKD CPNS (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Dibuat Karena Allah, Menjadi Murka Allah”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

3 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *