Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Ikan Gantung, Kucing Tunggu

Arti Peribahasa Ikan Gantung, Kucing Tunggu

Arti Peribahasa Ikan Gantung, Kucing Tunggu

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Ikan Gantung, Kucing Tunggu

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Ikan gantung, kucing tunggu

Kesal melihat barang yang diingini, tetapi tidak mungkin didapat

Kesimpulan

Arti peribahasa ikan gantung, kucing tunggu menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kesal melihat barang yang diingini, tetapi tidak mungkin didapat

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa ikan gantung, kucing tunggu, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Ada padi masak, ada pipit
Artinya : Di tempat yang mudah mendapatkan rezeki, pastilah banyak orang yang berkumpul.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Seperti Kelekati Masuk Api, Tiada Tahu Akan Mati

Bagai diikat dengan sehasta tali
Artinya : Dalam keadaan yang sangat terbatas.

Udang dalam tangguk
Artinya : Sangat gelisah (susah dan sebagainya)

Sirih pulang ke gagang
Artinya :

  1. Sudah pada tempatnya
  2. Kembali seperti semula

Lepas taufan paksa baik
Artinya : Sehabis kesusahan timbulah kesenangan. (paksa = kesempatan waktu)

Setinggi-tingginya melanting, jatuh juga ke tanah
Artinya : Betapa pun jauhnya orang merantau, suatu saat pasti kembali ke kampung halamannya juga.

Mencabik baju di dada
Artinya :

  1. Menceritakan aib (sendiri) kepada orang lain
  2. Membuka rahasia kaum keluarga sendiri

Asal ditugal, adalah benih
Artinya : Setiap usaha tentu akan ada hasilnya. (tugal = melubagi tanah kebun dengan kayu untuk dijadikan tempat menanam benih)

Gabak di hulu tanda akan hujan, ceuang di langit tanda akan panas
Artinya : Tanda-tanda akan terjadi sesuatu. (gabak = redup)

Baca Juga :  Arti Peribahasa Jalan Raya Titian Batu

Ayam berinduk, sirih berjunjung
Artinya : Segala sesuatu yang bersifat lemah harus mendapatkan bantuan dan perlindungan.

Sepandai-pandai tupai melompat, sekali akan gawal juga
Artinya : Sepandai-pandai orang, ada kalanya ia salah (keliru) juga

Berbisik kedengaran, berimbau kelampauan
Artinya : Berjarak sangat dekat.

Ditambat tidak bertali
Artinya : Hidup seperti berkeluarga tetapi diluar nikah.

Seperti beranak besar hidung
Artinya : Perihal seseorang yang sebentar-sebentar menengok atau memperlihatkan barang yang baru diperolehnya

Kali sebentuk, umpannya seekor, sekali putus sehari berhanyut
Artinya : Berbuat sesuatu tanpa memikirkan modal, sehingga akhirnya hanya mendatangkan kesusahan dan kekecewaan.

Tiada rotan akar pun berguna jadi
Artinya : Kalau tidak ada yang baik, yang kurang baik pun boleh juga (meskipun kurang baik dapat dipakai juga)

Baca Juga :  Arti Peribahasa Digantungkan Tinggi, Digalikan Dalam

Jung satu, nakhoda dua
Artinya : Dua pemimpin dalam satu jabatan

Seperti anai-anai makan kayu
Artinya : Mengerjakan suatu pekerjaan dengan sangat tekun.

Manusia mati meninggalkan nama harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading
Artinya : Orang terkenal walaupun sudah meninggal, ia masih tetap dikenang

Gundahkan buah dimakan burung
Artinya : Bersusah hati terhadap wanita yang sudah menjadi isteri orang.

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Free Tryout SKD CPNS (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Ikan Gantung, Kucing Tunggu”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

2 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *