Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Kawan Gelak Banyak, Kawan Menangis Jarang Bersua

Arti Peribahasa Kawan Gelak Banyak, Kawan Menangis Jarang Bersua

Arti Peribahasa Kawan Gelak Banyak, Kawan Menangis Jarang Bersua

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Kawan Gelak Banyak, Kawan Menangis Jarang Bersua

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Kawan gelak banyak, kawan menangis jarang bersua

Sahabat di waktu senang banyak, sahabat di waktu susah (melarat) sedikit

Kesimpulan

Arti peribahasa kawan gelak banyak, kawan menangis jarang bersua menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah sahabat di waktu senang banyak, sahabat di waktu susah (melarat) sedikit

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa kawan gelak banyak, kawan menangis jarang bersua, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Baca Juga :  Arti Peribahasa Berniaga Di Ujung Lidah

Lulus tidak berselam, hilang tidak bercari
Artinya : Orang yang menderita sengsara, tetapi tidak ada yang mau menolong

Mengunyah orang bergigi
Artinya : Mengajar (memberitahu) orang yang sudah tahu

Isi lemak dapat ke orang, tulang bulu pulang ke kita
Artinya : Orang lain mendapat senangnya, kita mendapat susahnya saja

Mengisi gantang pesuk
Artinya : Melakukan pekerjaan yang sia-sia

Seperti bergalah di tengah arus
Artinya :

  1. Melakukan pekerjaan yang sangat sulit
  2. seseorang yang selalu dirundung kegelisahan.

Semalam di bawah nyiur pinang orang, kata di turut
Artinya : Seseorang yang hampir bisa untuk menyesuaikan dirinya dengan lingkungan yang baru.

Menambak ke laut
Artinya : Pekerjaan sia-sia

Gajah harimau di hutan hendak diburu, pijat-pijat di bantal tak dapat dihapuskan
Artinya : Kejahatan orang besar/berkuasa hendak dibasmi, tetapi kejahatan anak buah sendiri di rumah tidak dapat diatasi.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Bagai Kerakap Tumbuh Di Di Atas Batu, Hidup Enggan Mati Tak Mau

Pengaduan berdengar, salah bertimbang
Artinya : Keluh kesah mendapat perhatian dari orang yang berkuasa

Ikut hati mati, ikut rasa binasa, ikut mata leta
Artinya : Orang yang hanya menuruti hawa nafsunya pada akhirnya akan mengalami kesulitan.

Seperti kapak naik ke pemindangan
Artinya : Sesuatu yang tidak pada tepatnya.

Bagai mengepal pasir kering
Artinya : Sangat susah untuk menyatukan orang-orang yang memiliki pemikiran yang bermacam-macam.

Kuat berdiri pohon karena akarnya, kuat akar karena tanah
Artinya : Kekuatan dari sebuah kerajaan adalah karena orang besar/berkuasa di dalamnya, sedangkan kekuatan orang besar/berkuasa adalah karena rakyatnya yang bersatu-padu.

Bahu memikul, hati menyokong
Artinya :

  1. Melakukan sesuatu secara sukarela
  2. tanpa paksaan.

Keras bagai batu, tinggi bagai bukit
Artinya : Tidak mau menurut perintah

Baca Juga :  Arti Peribahasa Ikan Digulai Sudah Melompat

Dilambai tak nampak, diseru tak dengar
Artinya : Tidak mau mendengarkan nasihat orang lain.

Dulu timah, sekarang besi
Artinya : Orang kecil/rendahan yang memperoleh pangkat/status sosial tinggi.

Ke tengah boleh, ke tepi pun boleh
Artinya :

  1. Orang yang dapat menyesuaikan dirinya dalam pergaulan
  2. pandai menempatkan diri sesuai kondisi.

Titah dijunjung, perintah dijalankan
Artinya : Menuruti perintah pemimpin.

Kuat ikan karena radai kuat burung karena sayap, kuat ketam karena sepit
Artinya : Tiap-tiap orang ada kekuatannya (kelebihannya) sendiri

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Free Tryout SKD CPNS (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Kawan Gelak Banyak, Kawan Menangis Jarang Bersua”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

2 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *