Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Ke Mana Tumpah Hujan Dari Bubungan, Kalau Tidak Ke Cucuran Atap

Arti Peribahasa Ke Mana Tumpah Hujan Dari Bubungan, Kalau Tidak Ke Cucuran Atap

Arti Peribahasa Ke Mana Tumpah Hujan Dari Bubungan, Kalau Tidak Ke Cucuran Atap

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Ke Mana Tumpah Hujan Dari Bubungan, Kalau Tidak Ke Cucuran Atap

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Ke mana tumpah hujan dari bubungan, kalau tidak ke cucuran atap

Anak akan menurut sifat atau teladan orang tuanya

Kesimpulan

Arti peribahasa ke mana tumpah hujan dari bubungan, kalau tidak ke cucuran atap menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah anak akan menurut sifat atau teladan orang tuanya

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa ke mana tumpah hujan dari bubungan, kalau tidak ke cucuran atap, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Baca Juga :  Arti Peribahasa Lebih Baik Seekor Singa Di Padang Yang Luas, Daripada Seekor Ular Di Dalam Rumput

Utang jiwa dibayar dengan jiwa
Artinya : Segala perbuatan pasti akan mendapatkan balasan yang setimpal/sesuai dengan perbuatannya tersebut.

Ikan gantung, kucing tunggu
Artinya : Kesal melihat barang yang diingini, tetapi tidak mungkin didapat

Dalam sudah keajukan, dangkal sudah keseberangan
Artinya : Telah diketahui dengan baik/benar tujuan atau maksud seseorang. (ajuk = duga)

Masuk bagai lubang penjahit, keluar bagai lubang tabuh
Artinya : Lebih besar belanja/pengeluaran daripada penghasilan.

Sawah luas tahan tua, rumah gedang tahan tonggak
Artinya : Dalam hal meminjam uang haruslah ada jaminannya.

Cencang putus tiang tumbuk
Artinya : Putusan yang mengikat

Tidak mudah membuat kanji, kurang haru cirit-kambingan
Artinya : Berhati-hatilah dalam mengurus/melakukan sesuatu, karena bila kurang cermat, urusan/pekerjaan tersebut bisa menjadi berantakan.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Lalat Langau Mengerumuni Bangkai

Seperti mayat ditegakkan
Artinya : Berbadan kurus dan bermuka pucat

Kini gatal besok digaruk
Artinya : Pertolongan yang datangnya terlambat

Siang bernapas, malam berembun malam berselimut embun, siang bertudung awan
Artinya : Sangat miskin (tidak punya rumah)

Tiap-tiap celaka pasti ada gunanya
Artinya : Setiap musibah pasti ada hikmahnya.

Ular biar mati, tanah jangan lekuk, buluh jangan pukah
Artinya : Menyelesaikan suatu perkara hendaklah dengan seadil-adilnya, sehingga kedua belah pihak merasa puas (tidak merasa dirugikan salah satunya).

Janji sampai, sukatan penuh
Artinya : Sudah sampai ajalnya

Menahan jerat di tempat genting
Artinya : Mengambil keuntungan dari kesusahan atau penderitaan orang lain

Mengail berumpan, berkata bertipuan
Artinya : Kalau menghendaki sesuatu dari orang lain, harus pandai mengambil hatinya

Baca Juga :  Arti Peribahasa Utang Sebelit Pinggang

Berarak ke tebing
Artinya : Melakukan pekerjaan yang mendapatkan kecelakaan atau kerugian

Belum berbesan sudah beranak
Artinya : Sudah bersenang-senang walaupun tujuan masih belum tercapai.

Makan hati berulam jantung
Artinya :

  1. Dikatakan kepada orang yang sangat bersedih hati
  2. Bersusah hati krn perbuatan salah seorang teman karib

Seperti kodok merindukan bulan
Artinya : Mustahil.

Biduk tiris menanti karam
Artinya : Sudah tidak tertolong lagi

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Free Tryout SKD CPNS (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Ke Mana Tumpah Hujan Dari Bubungan, Kalau Tidak Ke Cucuran Atap”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

0 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *