Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Kita Di Pangkal Merawal Dia Di Ujung Merawal

Arti Peribahasa Kita Di Pangkal Merawal Dia Di Ujung Merawal

Arti Peribahasa Kita Di Pangkal Merawal Dia Di Ujung Merawal

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Kita Di Pangkal Merawal Dia Di Ujung Merawal

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Kita di pangkal merawal dia di ujung merawal

Tanggungan kita lebih berat daripada tanggungannya

Kesimpulan

Arti peribahasa kita di pangkal merawal dia di ujung merawal menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah tanggungan kita lebih berat daripada tanggungannya

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa kita di pangkal merawal dia di ujung merawal, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Alah pinta dibuat sempena
Artinya : Biar bagaimanapun diharapkan, kalau bukan hak, tidak boleh dimiliki.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Hendak Harum Terlalu Hangit

Segan malu mengayuh perahu hanyut
Artinya : Kalau segan berusaha, akan mendapat susah nantinya

Ada uang abang disayang, tak ada uang abang ditendang
Artinya : Melakukan sesuatu yang baik jika ada maunya saja.

Hendak melangkah kaki pendek, hendak mencapai tangan tak sampai
Artinya : Ingin melakukan suatu pekerjaan tetapi tidak berdaya.

Lain mangkuk lain cawan
Artinya : Tidak sama antara pembawaan dan kesukaan.

Kurang budi teraba-raba, tidak ilmu suluh padam
Artinya : Orang yang kurang siasat dalam suatu perkara, akhirnya hanya akan mendapatkan kesulitan.

Digenggam takut mati, dilepaskan takut terbang
Artinya : Rasa gelisah, khawatir kacau-balau

Teluknya dalam, rantau nya sakti
Artinya : Tidak mudah dikalahkan

Seperti pinang dibelah dua
Artinya : (dua orang yang) serupa benar

Baca Juga :  2 Arti Peribahasa Jangat (kulit Ari) Liat Kurang Panggang

Air didih menganak sungai
Artinya : Hiburan yang sangat mewah dan menarik.

Dalam dua tengah tiga
Artinya : Tidak jujur.

Makan bersabitkan
Artinya : Orang yang senang, tiada bekerja dan dapat makan minum yang cukup, msl dr istri yang kaya dan pemurah

Adat dipakai baru, pusaka dipakai usang
Artinya : Ilmu akan berguna selama-lamanya, sedangkan harta duniawi akan musnah dimakan waktu.

Jangan bijak terpijak, biarlah bodoh bersuluh
Artinya : Orang yang menyangka dirinya bijak (padahal sebenarnya tidak) selalu mendapat kehinaan, tetapi orang bodoh yang suka bertanya jika tidak tahu selalu memperoleh kemudahan.

Terlangsung perahu boleh balik, terlangsung cakap tak dapat balik
Artinya : Hendaklah berhati-hati sebelum mengucapkan suatu perkataan, karena jika sudah terlanjur menyinggung perasaan orang lain, tidak akan dapat ditarik kembali.

Ayam hitam terbang malam, siapa tahu berdebus bunyinya
Artinya : Menebak hal yang sulit untuk diperoleh.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Sawah Berpematang, Ladang Berbintralak

Bercerai tidak bertalak kalau bercerai tidak usah menjatuhkan talak
Artinya : Pertalian suami-istri yang tidak sah

Menyelami air dalam tonggak
Artinya : Amat sukar mengajuk hati orang

Diberi betis hendak paha
Artinya :

  1. Diberi sedikit lalu menginginkan yang banyak (semuanya)
  2. Diberi sedikit minta banyak lagi atau semuanya

Tinggal di tabung diuntungkan, tinggal di aweh dikiraikan
Artinya : Segala sesuatu telah diberikan sepenuhnya.

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Free Tryout SKD CPNS (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Kita Di Pangkal Merawal Dia Di Ujung Merawal”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

2 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *