Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Manusia Mengikhtiarkan, Allah Menakdirkan

Arti Peribahasa Manusia Mengikhtiarkan, Allah Menakdirkan

Arti Peribahasa Manusia Mengikhtiarkan, Allah Menakdirkan

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Manusia Mengikhtiarkan, Allah Menakdirkan

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Manusia mengikhtiarkan, Allah menakdirkan

Ikhtiar atau akal budi ada di tangan manusia, jadi orang harus bekerja sekeras-kerasnya untuk mencapai tujuannya, tetapi berhasil tidaknya usaha itu bergantung pada takdir Tuhan

Kesimpulan

Arti peribahasa manusia mengikhtiarkan, allah menakdirkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah ikhtiar atau akal budi ada di tangan manusia, jadi orang harus bekerja sekeras-kerasnya untuk mencapai tujuannya, tetapi berhasil tidaknya usaha itu bergantung pada takdir tuhan

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa manusia mengikhtiarkan, allah menakdirkan, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Baca Juga :  2 Arti Peribahasa Hujan Tak Sekali Jatuh, Simpai Tak Sekali Erat

Calak-calak ganti asah, menanti tukang belum datang
Artinya : Digunakan/dilakoni untuk sementara waktu saja, sementara belum ada yang lebih baik.

Usahlah teman dimandi pagi
Artinya : Tidak usah kamu lebih-lebihkan (kau puji-puji)

Habis cupak dari pelelehan
Artinya : Adat yang dilanggar sedikit demi sedikit pada akhirnya akan dilanggar terus. (pelelehan = tiris, bocor)

Alah bisa oleh karena biasa
Artinya : Sesuatu yang sukar, kalau sudah biasa dikerjakan, tidak terasa sukar lagi

Seekor kerbau berkubang, sekandang kena luluknya
Artinya : Seorang berbuat salah, semua terbawa-bawa (terkena akibatnya)

Lah baris nan berpahat, lah jalan nan berturut
Artinya : Pekerjaan yang dilakukan dengan menurut aturan.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Hilang Tentu Rimbanya, Mati Tentu Kuburnya

Garam di kulumnya tak hancur
Artinya : Orang yang pandai menyimpan rahasia

Kecil umpan besar ikan
Artinya : Dengan usaha yang sedikit dapat memberikan hasil yang besar.

Rusak badan karena penyakit, rusak bangsa karena laku
Artinya : Orang yang sering mengalami penderitaan.

Belakang parang lagi jika diasah niscaya tajam
Artinya : Sebodoh-bodohnya orang, jika berusaha dan belajar akan menjadi pandai

Jangan kamu sangka, kapal api besi itu pun masuk guri juga
Artinya : Jangan disangka sesuatu yang kuat dan teguh akan kekal (tidak binasa).

Seperti buku gaharu
Artinya : Baru memperlihatkan keunggulannya apabila perlu

Tak ada gading yang tak retak
Artinya : Tidak ada sesuatu yang tidak ada cacatnya

Tak air talang dipancung
Artinya : Tidak segan melakukan apa saja untuk mencapai maksudnya

Beroleh hidung panjang
Artinya : Mendapat malu.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Kalau Kawin Ke Batubara, Kalau Mati Ke Melaka

Kerbau pembulang tali
Artinya :

  1. Orang yang tidak tetap hati dan pemikirannya
  2. goyah. (bulang = mengikat tali ke kepala)

Terbakar kampung kelihatan asap, terbakar hati siapa tahu
Artinya : Isi hati orang lain sulit untuk ditebak

Jangan bercermin di air keruh
Artinya : Jangan mengikuti teladan/contoh yang buruk.

Makin murah, makin menawar
Artinya : Semakin diberi semakin banyak yang diminta.

Tidak ada orang yang menggaruk keluar badan
Artinya : Orang yang berpihak pada keluarganya jika terjadi perselisihan.

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Free Tryout SKD CPNS (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Manusia Mengikhtiarkan, Allah Menakdirkan”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

1 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *