Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Langit Runtuh, Bumi Telah Terban

Arti Peribahasa Langit Runtuh, Bumi Telah Terban

Arti Peribahasa Langit Runtuh, Bumi Telah Terban

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Langit Runtuh, Bumi Telah Terban

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Langit runtuh, bumi telah terban

Segala harapan telah musnah. (terban = runtuh)

Kesimpulan

Arti peribahasa langit runtuh, bumi telah terban adalah segala harapan telah musnah. (terban = runtuh)

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa langit runtuh, bumi telah terban, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Seperti gadis jolong bersubang, bujang jolong bekerja
Artinya : Sangat berlagak (sombong)

Baca Juga :  Arti Peribahasa Laksana Apung Dipermainkan Gelombang

Jatuh tidak berkait/berjolok
Artinya : Melakukan sesuatu tanpa diminta.

Bagai gelegar buluh
Artinya : Bercakap besar (sombong).

Tak ada kubangan yang tak berkatak
Artinya : Setiap daerah pasti memiliki suatu kelemahan.

Tidak bernasi di balik kerak
Artinya : Orang yang suka memamerkan harta kekayaan milik orang tuanya.

Tergali pada bejana emas
Artinya : Tertarik pada keuntungan besar.

Seperti gunting makan di ujung
Artinya : Perlahan-lahan (diam-diam tidak kentara), tetapi mengena atau tercapai apa yang dimaksudkan

Bermain air basah, bermain api lecur
Artinya : Tiap pekerjaan atau usaha ada susahnya

Bagai kambing dihalau ke air
Artinya : Orang yang enggan melakukan suatu pekerjaan.

Bersukat darah, bertimbang daging (dengan)
Artinya : Berperang mati-matian (dengan)

Baca Juga :  Arti Peribahasa Berenyai Bak Hujan Pagi

Bersesak-sesak bagai ular tidur
Artinya : Seseorang yang disesakkan, seperti ditagih utang berulang-ulang

Lebai berjanggut kambing pun berjanggut juga
Artinya : Pakaian dan rupa orang bisa saja mirip, tetapi kedudukannya berlainan.

Malang tak berbau
Artinya : Kecelakaan tidak dapat diketahui sebelumnya

Ketika gagak putih, bangau hitam
Artinya : Kiasan pada zaman yang sudah silam.

Berketak ayam, tahu akan bertelur atau tidak
Artinya : Orang yang bijaksana itu, apabila mendengar orang berbicara, ia tahu mana yang benar dan bohong (yang berilmu dan tidak).

Asal berinsang, ikanlah
Artinya : Tidak pilih-pilih (pekerjaan, makanan, perempuan, dan sebagainya)

Niat hati nak getah bayan, sudah tergetah burung serindit
Artinya : Yang dihajati/dikehendaki berbeda dengan yang diperoleh.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Takutkan Tuma, Dibuang Kain

Ke mana kelok lilin, ke sana kelok loyang
Artinya : Tidak punya pendirian, selalu mengikut kata orang lain

Anak anjing takkan menjadi anak musang jebat
Artinya : Orang yang tidak berpengetahuan tidak akan mendapatkan kedudukan baik.

Anak harimau jangan diajak bertampar, ingat-ingat kukunya
Artinya : Jangan mencari lawan terhadap orang yang lebih kuat dan lebih mampu.

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Langit Runtuh, Bumi Telah Terban”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

0 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *