Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Layu Bunga Digenggam, Layu Rumput Di Halaman

Arti Peribahasa Layu Bunga Digenggam, Layu Rumput Di Halaman

Arti Peribahasa Layu Bunga Digenggam, Layu Rumput Di Halaman

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Layu Bunga Digenggam, Layu Rumput Di Halaman

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Layu bunga digenggam, layu rumput di halaman

Akan menyatakan kematian dari seorang pemimpin mulia/pembesar negeri.

Kesimpulan

Arti peribahasa layu bunga digenggam, layu rumput di halaman adalah akan menyatakan kematian dari seorang pemimpin mulia/pembesar negeri.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa layu bunga digenggam, layu rumput di halaman, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Jika tak lalu dandang di air, di gurun dirangkakkan
Artinya : Untuk dapat menyampaikan maksud/tujuan, segala daya/upaya akan dilakukan. (dandang = sejenis perahu)

Baca Juga :  Arti Peribahasa Bagai Puyu Di Air Jernih

Seperti buah bemban masak
Artinya : Air mata yang jatuh berderai-derai

Dimana buah masak, disitu burung banyak tampil
Artinya : Dimana banyak kesenangan maka disana pulalah banyak orang yang datang.

Rumah gendang bersendi perak
Artinya : Bangsawan yang kaya.

Merantau di sudut dapur, merantau ke ujung bendul
Artinya : Pergi mencari penghidupan ke tempat yang tidak berapa jauh

Jenguk pandang tindai-tindai, usul-usul asal-asal jangan ditinggalkan
Artinya : Sebelum melakukan suatu pekerjaan, lebih baik diperiksa/diselidiki dahulu agar selamat dan sempurna pekerjaan itu. (tindai-tindai = memperhatikan dengan saksama)

Menohok kawan seiring, menggunting dalam lipatan
Artinya : Mencelakakan teman sendiri

Buruk perahu, buruk pangkalan
Artinya : Tidak sudi lagi menginjak rumah bekas istrinya atau tempat bekerja yang telah ditinggalkan

Baca Juga :  Arti Peribahasa Kain Lama Dicampak Buang, Kain Baru Pula Dicari

Ayam itik raja pada tempatnya
Artinya : Setiap orang berkuasa di tempatnya atau di lingkungannya

Kura-kura hendak memanjat kayu
Artinya : Sesuatu yang mustahil tercapai (terjadi dan sebagainya)

Lain orang memperanakkan, lain orang dipanggil bapa
Artinya :

  1. Balasan yang tidak pada tempatnya
  2. lain orang yang berbuat baik, lain pula orang yang mendapatkan penghargaan/imbalan.

Sembelih ayam dengan pisau, sembelih orang denngan kapak
Artinya : Memperlakukan sesuatu sesuai dengan keadaannya.

Sesat di ujung jalan, lebih baik ke pangkal jalan
Artinya : Jika tahu perbuatan yang kita lakukan adalah salah/tidak baik, maka sebaiknya cepat kembali ke jalan yang benar sebelum terlanjur.

Hangat hangat tahi ayam
Artinya : Kemauan yang tidak tetap atau tidak kuat

Malang tak berbau
Artinya : Kecelakaan tidak dapat diketahui sebelumnya

Baca Juga :  Arti Peribahasa Enggang Lalu Ranting Patah

Sudah dieban dihela pula
Artinya : Menderita berbagai-bagai kemalangan (kecelakaan dan sebagainya) terus-menerus

Patah kemudi dengan ebamnya
Artinya : Sudah tidak ada harapan lagi

Zaman beralih musim bertukar
Artinya : Segala sesuatu hendaknya disesuaikan dengan keadaan zaman

Di mana lalang habis, di situ api padam
Artinya : Dimana mati maka disana pulalah dikuburkan.

Apa payahnya menawakkan bibir atas bawah
Artinya : Mudah dalam berbicara, tetapi susah untuk mengerjakannya. (menawakan = menaupkan)

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Layu Bunga Digenggam, Layu Rumput Di Halaman”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

1 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *