Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Menantikan Ara Tak Bergetah

Arti Peribahasa Menantikan Ara Tak Bergetah

Arti Peribahasa Menantikan Ara Tak Bergetah

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Menantikan Ara Tak Bergetah

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Menantikan ara tak bergetah

Mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin terpenuhi

Kesimpulan

Arti peribahasa menantikan ara tak bergetah menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin terpenuhi

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa menantikan ara tak bergetah, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Di mana bumi dipijak, di sana langit dijunjung
Artinya : Harus menyesuaikan diri dengan adat dan keadaan tempat tinggal

Neraca palingan Allah, mata palingan setan
Artinya : Pendirian orang mudah berubah.

Dimana kelintung berbunyi, disitu kerbau tinggal diam
Artinya :

  1. Dimana perintah yang baik maka disanalah rakyatnya hidup rukun
  2. negeri yang aman memiliki penduduk yang ramai.

Terkena luluk kandang kering
Artinya : Mendapatkan bencana/kesulitan pada peristiwa yang tidak ada sangkut-pautnya dengan dirinya.

Kokok berderai-derai, ekor bergelumang tahi
Artinya : Orang yang sombong tetapi sebenarnya keluarga/kerabatnya hidup dalam kemelaratan. (bergelumang = kotor berlumuran)

Hutang kayu ara
Artinya : Hutang yang tidak mungkin untuk dibayar.

Gunung yang tinggi akan runtuh jika setiap hari digali
Artinya : Sebanyak apapun harta yang dimiliki pasti akan habis juga jika jika terlalu boros dan tidak diatur dengan baik.

Adat pasang berturun naik
Artinya : Keadaan yang selalu berubah-ubah, terutama tentang kekayaan atau kedudukan seseorang

Bukit jadi paya
Artinya : Orang kaya (mulia) menjadi miskin (hina)

Memakuk dengan punggung lading
Artinya : Sangat menyakiti hati orang

Di mana ranting dipatah, di situ air disauk
Artinya : Setiap orang hendaklah menurut adat kebiasaan di negeri tempat tinggalnya

Gagak dimandikan tujuh kali sehari pun, takkan putih bulunya
Artinya : Orang jahat, walaupun diberikan kesenangan, namun kalau mendapat kesempatan, pasti akan diulanginya lagi perbuatan jahatnya.

Menggenggam erat membuhul mati
Artinya : Memegang janji (putusan, nasihat, dan sebagainya) erat-erat

Hati bagai pelepah, jantung bagai jantung pisang
Artinya : Orang yang tidak berperasaan.

Kaki naik, kepala turun
Artinya : Selalu sibuk bekerja

Bagai aur dengan tebing
Artinya : Saling tolong-menolong.

Dekat tak tercapai jauh tak berantara
Artinya : Menginginkan sesuatu, tetapi tidak mampu untuk mendapatkannya

Jikalau tidak berada-ada, masakan tempua bersarang rendah
Artinya : Segala sesuatu tentu ada sebabnya (sesuatu yang tersembunyi), sehingga terjadi demikian.

Duduk berkelompok, tegak berpusu
Artinya : Mencari orang yang sepemikiran/setara dalam sesuatu perkumpulan. (berpusu = berduyun-duyun, berkumpul)

Kalau baik buat tauladan, kalau tak baik buat sempadan
Artinya : Cari baiknya dan buang buruknya.

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Free Tryout SKD CPNS (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Menantikan Ara Tak Bergetah”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

2 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *