Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Sejengkal Tak Akan Jadi Sehasta, Secupak Tak Akan Jadi Sesukat

Arti Peribahasa Sejengkal Tak Akan Jadi Sehasta, Secupak Tak Akan Jadi Sesukat

Arti Peribahasa Sejengkal Tak Akan Jadi Sehasta, Secupak Tak Akan Jadi Sesukat

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Sejengkal Tak Akan Jadi Sehasta, Secupak Tak Akan Jadi Sesukat

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Sejengkal tak akan jadi sehasta, secupak tak akan jadi sesukat

Umur, rezeki, dan jodoh sudah ditentukan oleh Tuhan.

Kesimpulan

Arti peribahasa sejengkal tak akan jadi sehasta, secupak tak akan jadi sesukat adalah umur, rezeki, dan jodoh sudah ditentukan oleh tuhan.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa sejengkal tak akan jadi sehasta, secupak tak akan jadi sesukat, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Bandot tua makan lalap muda
Artinya : Lelaki tua yang beristerikan perempuan muda. (bandot = kambing jantan)

Baca Juga :  2 Arti Peribahasa Adat Pulau Limburan Pasang

Di padang orang berlari, di padang sendiri berjingkat
Artinya : Tabiat orang tamak, mau menerima pemberian orang, tetapi tidak mau memberi

Bagai menyesah kain dapat
Artinya : Memakai sesuatu barang (pinjaman) dengan sekehendak hati saja

Pucuk diremas dengan santan, urat direndam dengan tengguli, lamun peria pahit juga
Artinya : Orang yang tabiatnya jahat, sekalipun diberi kekayaan dan pangkat, sifatnya tidak akan berubah

Biar miskin asal cerdik, terlawan jua orang kaya
Artinya : Kebijakan itu lebih utama daripada kekayaan

Semisal udang dalam tangguk
Artinya : Sedang dalam kesusahan (kesukaran)

Seciap bak ayam, sedencing bak besi
Artinya : Seia sekata

Dimana bumi dipijak, disana langit dijunjung
Artinya : Hendaklah patuh pada adat dan aturan yang berlaku di tempat yang kita kunjungi/tinggali.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Ladang Yang Berpunya

Mencari kutu dalam ijuk
Artinya : Melakukan pekerjaan yang sia-sia

Kain rabak tegal dek lenggang awak, baju rabik tegal dek lenggok awak, kopiah pesuk tegal dek lonjak awak
Artinya : Orang yang suka hidup mewah akhirnya hanya akan merugikan dirinya sendiri.

Kuning oleh kunyit, hitam oleh arang
Artinya : Mudah dihasut atau dipuji

Merantau di sudut dapur, merantau ke ujung bendul
Artinya : Pergi mencari penghidupan ke tempat yang tidak berapa jauh

Kain lama dicampak buang, kain baru pula dicari
Artinya : Menceraikan istri tua dan mencari istri muda

Berhitung nasib peruntungan
Artinya : Membicarakan nasib

Buntat hendak jadi kemala
Artinya : Tidak tahu diri

Mata tidur, bantal terjaga
Artinya : Seorang istri yang berlaku serong ketika suaminya sangat percaya akan kelurusannya

Jauh dapat ditunjuk, dekat dapat ditunjal
Artinya : Apa yang dikatakan dapat dibuktikan kebenarannya

Baca Juga :  Arti Peribahasa Bagai Nakhoda Kasap, Hujung Hilang, Pangkal Lesap

Tidak dihambat akar, tidak dihambat dahan
Artinya : Melakukan pekerjaan yang tidak terdapat rintangan sama sekali (atau hanya terdapat rintangan yang sangat mudah untuk dihadapi), sehingga pekerjaan tersebut berjalan dengan lancar hingga selesai.

Kesat daun pimping
Artinya : Dikatakan kepada orang yang tidak selamanya lemah saja (kalau perlu dapat bertindak keras juga)

Belum tentu si upik si buyungnya
Artinya : Belum tentu kesudahannya

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Sejengkal Tak Akan Jadi Sehasta, Secupak Tak Akan Jadi Sesukat”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

2 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *