Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Yang Dimakan Rasa, Yang Dilihat Rupa, Yang Didengar Bunyi

Arti Peribahasa Yang Dimakan Rasa, Yang Dilihat Rupa, Yang Didengar Bunyi

Arti Peribahasa Yang Dimakan Rasa, Yang Dilihat Rupa, Yang Didengar Bunyi

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Yang Dimakan Rasa, Yang Dilihat Rupa, Yang Didengar Bunyi

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Yang dimakan rasa, yang dilihat rupa, yang didengar bunyi

Segala pekerjaan itu hendaklah dikerjakan sebaik mungkin.

Kesimpulan

Arti peribahasa yang dimakan rasa, yang dilihat rupa, yang didengar bunyi adalah segala pekerjaan itu hendaklah dikerjakan sebaik mungkin.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa yang dimakan rasa, yang dilihat rupa, yang didengar bunyi, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Manis seperti gula derawa, manis bagai gula jawa
Artinya : Berpatutan, ibarat dua orang suami-istri yang sama elok rupanya

Baca Juga :  Arti Peribahasa Kapuk Segaul Dengan Kapas, Bedanya Takkan Lepas

Ingin di buah manggis hutan, masak ranum tergantung tinggi
Artinya : Menginginkan/mengharapkan sesuatu yang susah untuk didapatkan.

Lemukut di tepi gantang
Artinya : Sesuatu yang sangat tidak dihargai.

Digantung tidak bertali
Artinya : Seorang wanita yang menjadi gundik (isteri tidak sah) atau yang telah ditinggalkan suaminya tetapi belum ditalak/belum resmi bercerai.

Emas berpeti, kerbau berkandang
Artinya : Harta benda haruslah disimpan/dijaga dengan baik supaya tidak hilang.

Ke mana angin yang deras, ke situ condongnya
Artinya : Pendirian yang tidak tetap.

Jangan meludah ke langit
Artinya : Jangan mencela orang tua atau saudara sendiri.

Sebab tiada tahu menari dikatakan tanah lembab
Artinya : Mengatakan alatnya rusak, padahal karena ia tidak mampu mengerjakannya.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Teduhkan Di Bawah Betung

Bergantung pada akar lapuk
Artinya : Menggantungkan harapan kepada orang yang tidak berkuasa.

Air diminum rasa duri, nasi dimakan rasa sekam
Artinya : Tidak enak makan dan minum (karena terlalu sedih dan sebagainya)

Sembahyang mencari akal, rusuk mencari kira-kira
Artinya : Berpura-pura baik, padahal sebenarnya jahat.

Gajah berak besar, kancil pun hendak berak besar, akhirnya mati kebebangan
Artinya : Orang kecil/rendahan yang hendak meniru tingkah laku orang besar/mampu yang akhirnya membawa dirinya dalam kekalahan/kesulitan. (kebebangan = tertahan, tidak dapat terus keluar)

Bagai kuku dengan isi
Artinya :

  1. Sukar diceraikan
  2. Tidak pernah bercerai

Hilang adat tegal muafakat
Artinya : Adat kebiasaan dapat diubah asalkan dengan persetujuan atau untuk kepentingan orang banyak.

Tegak tapak bayang-bayang
Artinya : Tepat tengah hari.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Di Lurah Maka Hendak Angin, Di Bukit Maka Hendak Air

Patah kemudi dengan bam nya
Artinya :

  1. Putus harapan
  2. Tidak ada harapan sama sekali

Takkan ada katak beranak ular
Artinya : Seseorang yang berjiwa pengecut selamanya tidak akan menjadi pemberani.

Di mana tanah dipijak, di situ langit dijunjung
Artinya : Hendaklah mengikuti adat negeri yang didiami

Bagai mengatai tunggak
Artinya : Memberikan nasihat kepada orang yang tidak mau mendengarkan. (tunggak = tunggul)

Mati dikandung tanah
Artinya : Mati (dipendam di dalam tanah)

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Yang Dimakan Rasa, Yang Dilihat Rupa, Yang Didengar Bunyi”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

1 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *