Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Tuah Sebesar Bukit, Celaka Sebesar Gunung

Arti Peribahasa Tuah Sebesar Bukit, Celaka Sebesar Gunung

Arti Peribahasa Tuah Sebesar Bukit, Celaka Sebesar Gunung

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Tuah Sebesar Bukit, Celaka Sebesar Gunung

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Tuah sebesar bukit, celaka sebesar gunung

Memiliki kepandaian, tetapi tidak bekerja, sehingga susah juga kehidupannya.

Kesimpulan

Arti peribahasa tuah sebesar bukit, celaka sebesar gunung adalah memiliki kepandaian, tetapi tidak bekerja, sehingga susah juga kehidupannya.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa tuah sebesar bukit, celaka sebesar gunung, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Tak pernah masuk gelanggang bergoyang
Artinya : Orang kampung/desa yang masuk ke rumah orang ternama/besar.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Seperti Tudung Dengan Delamak

Masak malam, mentah pagi siang
Artinya : Suatu hal yang telah putus (sudah jadi), tetapi tidak lama kemudian berubah

Dimana kapak jatuh, disitu baji makan
Artinya : Dimana timbul perkara/permasalahan maka disana pulalah diselesaikan.

Serumpun bagai serasi, seliang bagai tebu
Artinya : Suka duka dihadapi bersama-sama.

Tampak ranggas tak akan melenting
Artinya : Ketahuan tidak dapat melakukan apa-apa karena bodoh atau penakut.

Bagai anak dara sudah berkaki
Artinya : Banyak sekali.

Harap hati hendak peluk gunung, apa akal tangan tak sampai
Artinya : Kehendak hati terlalu besar, namun tiada upaya untuk dapat meraihnya.

Tiada akan licin katak puru walaupun berhujan sekalipun
Artinya : Orang yang buruk rupa, meskipun berpakaian mahal tetap saja terlihat buruk.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Alah Bisa Karena Biasa

Berkemudi di haluan, bergilir ke buritan
Artinya : Orang yang menurut perintah istrinya atau orang sebawahnya

Seperti bertih direndang
Artinya : Berdetusan tidak henti-hentinya (bunyi senapan dan sebagainya)

Gila di abun-abun
Artinya : Mengangan-angankan sesuatu yang mustahil. (abun-abun = angan-angan)

Niat hati hendak memancing temenung, sudah terpancing ikan setoka
Artinya : Yang dihajati/dikehendaki berbeda dengan yang diperoleh.

Belum duduk belunjur dulu
Artinya : Sudah bergirang hati lebih dahulu sebelum tercapai apa yang dikehendaki

Tak jauh lenggang dari ketiak
Artinya : Tidak jauh dari pokok persoalannya.

Ikan belum dapat, airnya sudah keruh
Artinya : Pelaksanaan kerja yang tidak tepat (keadaan menjadi buruk sebelum pekerjaan itu selesai)

Angan lalu, paham tertumbuk
Artinya : Suatu hal yang banyak halangannya meskipun tampaknya dapat dilakukan dengan mudah

Baca Juga :  Arti Peribahasa Air Cucuran Atap Jatuh Ke Pelimbahan Juga

Habis adat karena kerelaan
Artinya : Adat dapat diubah atau ditiadakan melalui musyawarah dan mufakat.

Bercabik kulit belumlah tentu, bercabik kain bolehlah
Artinya : Hasil yang belum dapat diharapkan walaupun sudah dikerjakan dengan susah payah.

Mengepit kepala harimau
Artinya : Menakut-nakuti orang lain

Tiada umpat yang membunuh, tiada sanjung yang mengenyang
Artinya : Janganlah lekas marah bila dicaci maki dan janganlah terlalu senang bila dipuji.

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Tuah Sebesar Bukit, Celaka Sebesar Gunung”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

4 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *